Dakwah, ialah seruan.
Tugas utama kita.
Selama perjalanan hidupmu ini, sudahkah kamu merasa melakukan sesuatu yang 'wow' yang kalau misalnya kamu dipanggil Allah swt sekarang maka kamu merasa sudah lega? Adakah kawan?
Setiap orang pasti menjadikan SURGA sebagai ambisi terbesarnya.
Sudahkah kamu merasa layak untuk masuk surga?
Banyak diantara dan sekitar kita yang mungkin masih terjebak dijalan yang salah.
Mungkin karena tak ada yang menyeru, mengabari, mengajak mereka kejalan yang benar.
Dakwah itu usaha yang bisa kita lakukan tuk mengajak manusia ke surga-Nya, bersama-sama.
Dakwah itu "amar ma'ruf nahi mungkar"...
Dakwah itu just for Allah, karena Dia bilang sepenuh cinta-Nya "kuntum khairu ummat"...
Apapun judul mu, kamu tetap yang terbaik. Tidak banggakah kita ketika Sang Pencipta yang mengatakan seperti itu?
Dakwah itu cinta, kebutuhan kita.
Dengan atau tanpa adanya kita, Dinul Islam akan tetap tegak dimuka bumi ini.
Karena Sang Khalik yang telah menjanjikannya.
Dakwah itu adalah ajang kita untuk menjadikan diri penting dihadapan Allah, Tuhan kita.
Sejatinya, mudah bagi Allah swt untuk menggantikan barisan kita (yang mungkin masing setengah hati dalam berdakwah), dengan barisan-barisan yang lebih baik.
Sejatinya, mudah saja bagi Allah swt untuk menggantikan kita atau orang-orang yang memilih gugur, yang memilih untuk menjadikan dirinya kurang penting di hadapan Allah.
It's easy for Allah.
Seharusnya kita sadar, sebenarnya kitalah yang membutuhkan.
Saudariku, jangan jadikan dirimu hanya sebatas kolam, yang bisa keruh, berlumut, lebih banyak mudharatnya bila tidak saling berbagi, bila tidak saling mengajak, bila tak pernah berusaha mengalirkan air didalamnya.
Saudariku, akan lebih baik jika kita bisa menjadi seperti sungai, yang mendapat mata air gunung, lalu dapat terus mengalirkan isinya, agar tetap jernih airnya.
Berbagi kesempatan, mengajak orang lain berpahala, dakwah..
Pahalamu akan terus mengalir, semua penghuni langit dan bumi akan mendo'akan.
Masya Allah.
Seorang penyeru itu memang harus begitu, mencari sumber air dan mengalirkannya.
Jangan pula seperti cerek yang hanya bisa mengalirkan air, namun semakin lama semakin habis isinya.
Sebagaimana yang dikatakan Nabi kita, Isa as.
"Kamu hanya bisa memberi apa yang kamu punya"
Seorang penyeru pun harus selalu meningkatkan isinya. Jangan sampai kering, jangan biarkan habis.
Dakwah itu amanah dari Allah, meski fardhu kifayah, janganlah mengkhianati pintaNya.
Janganlah egois kepada manusia lain.
Jangan egois karena Allah ingin kita masuk kedalah surgaNya bersama-sama.
Together.
Seperti Rasulullah saw yang selalu inginkan kebaikan bagi kita.
Saudariku, janganlah pula kamu terfikir tuk menjadi orang yang tak berkontribusi.
Jangan cuma diam, jangan hanya membiarkan saja.
Itukah yang kamu inginkan? Inginkah, relakah, tegakah bila saudaramu harus menginjak neraka-Nya?
Apa pula yang akan engkau jawab bila Allah menanyaimu?
Dimanakah engkau saat itu kenapa tak coba nahi mungkar, seperti apa yang dipintaNya?
Tidak malukah kita jika Allah kelak bertanya, namun kita hanya diam saja.
Sebagaimana uswah kita, Rasulullah saw yang berkedudukan utusan Allah saja sungguh partisipatif.
Beliau yang seorang nabi, selalu ingin bermanfaat.
Apapun yang kita bisa lakukan, lakukanlah!
Selalu ada pekerjaan di jalan-Nya, sepanjang kita ingin mencari, sepanjang kita ingin menawarkan kontribusi.
Jangan seperti Yahudi yang hanya duduk saja dan hanya ingin menunggu.
Ketika kamu sungguh-sungguh cinta pada dakwah, dia akan menghasilkan kebaikan.
Milikilah ghirah (passion) demi tegaknya Islam. Total lah dalam bekerja dijalanNya, karena Allah akan melihatmu.
Percaya dirilah untuk menyampaikan kebaikan, karena engkau adalah umat terbaik yang Tuhanmu banggakan.
Jangan sampai terseleksi oleh alam, akan tak berguna rasanya diri ini ketika kamu termasuk kedalam barisan yang Allah ganti dengan yang lebih baik.
Semangat tuk selalu upgrading iman, panjatkan doa tuk selalu diberi kekuatan untuk memenuhi amanahNya.
Karena dakwah adalah kebutuhan, dakwah adalah cinta yang akan meminta segalanya darimu.
Niatkan selalu Lillahi Ta'ala, ikhlaskan agar engkau tak pernah merasa lelah.
Pun bila harus merasa lelah, maka kelelahanmu akan menjadi saksi di Yaumul Akhir kelak.
"Kebaikan yang tak terstruktur bisa kalah dengan kejahatan yang terstruktur"
Catatan Upgrading Keputrian, 4 Januari 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar